Header Ads

Meninggalkan Televisi Memang Susah, Tapi Itu Lebih Baik

Di zaman teknologi seperti saat ini, media televisi (TV) adalah salah satu sumber informasi. Namun selain itu, TV juga memiliki fungsi sebagai tontonan hiburan di tengah-tengah keluarga. Pada momen ini, Zionisme Internasional memainkan perannya dengan menyisipkan ajarannya secara halus.

Kian maraknya tayangan kartun berhaluan Zionisme ini mendapat kritikan tajam Tri Putranto sebagai Koordinator Kajian Zionisme Internasional. Ia mengatakan banyak orangtua lalai mengamati tayangan anaknya. Hal ini menjadi wajar karena hampir seluruh tayangan kartun di media TV sudah dikuasai Yahudi.

“Dari mulai Naruto, Avatar, Dora, dan Tom and Jerry itu mengandung konsep Yahudi,” tuturnya kepada Eramuslim.com, Jum’at 7/10.

Bahkan tayangan Kartun dari Jeprang berjudul Crayon Shincan pun tidak lepas dari pantauan beliau. "Mau jadi apa anak kita yang serba semau guedan suka melecehkan orantua?," simpulnya terhadap tayangan yang masuk ke Indonesia tahun 2000-an itu.

Bapak beranak satu yang aktif menghalau bahaya pemikiran Yahudi ini pun sampai kepada solusi yang mendalam. Menurutnya orangtua sudah harus berfikir menghindari TV di rumah sebagai salah satu jalan menjauhkan anak dari tayangan Zionisme. “Memang susah, tapi itu lebih baik.” Kata pria yang juga bergelar Insinyur ini.

Kondisi yang menyulitkan ini tentunya berat dilakukan. Tidak saja sulit untuk mencoba berbicara kepada anak, tapi orangtua sendiri menurutnya memang belum siap ditinggal TV. “Nanti orangtuanya larang anak nonton TV, orangtuanya sendiri masih menonton. Karena kita masih butuh berita.”

Maka solusi berikutnya menurut Tri Putranto bahwa orangtua harus mengganti tayangan kartun dari luar dengan yang media yang sarat akan pesan Islam. "Masih banyak film tentang Nabi dan sahabat yang bisa kita berikan kepada anak-anak kita." (Pz)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.