Header Ads

NATO Dukung Rencana AS di Afghanistan

Brussel - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, Jumat (4/12) terbang ke Brussel untuk menancapkan dukungan Eropa bagi penambahan tentara di Afghanistan, yang para pemimpinnya mengatakan akan terjadi gelombang pasang perang pada pertengahan 2010.

Dengan diselenggarakan pertemuan para menlu NATO di Brussel untuk membahas berbagai masalah penting, negara-negara Eropa berada di balik kebijakan baru AS untuk mengalahkan kelompok Taliban dan Al Qaida di Afghanistan, setelah mereka berperang selama sembilan tahun.

Presiden AS, Barack Obama, Selasa (1/12) mengumumkan dia sedang memberangkatkan 30.000 tentara tambahan ke Afghanistan. Satu marinir pertama akan bertolak ke negara itu kurang dari dua pekan mendatang.

Obama juga menyerukan kepada negara-negara sekutunya untuk mengirimkan sekitar 5.000-7.000 prajurit tambahan ke Afghanistan. "Berdasarkan apa yang kita dengar dalam tempor 24 jam terakhir, saya yakin kita dengan percaya diri mengatakan bahwa, kita akan melampaui jumlah yang diinginkan itu, yaitu di atas 5.000 personil," kata juru bicara NATO, James Appathurai kepada para wartawan di Brussel.

Lebih dari 20 negara dari 43 negara yang terlibat dalam Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin NATO telah mengisyaratkan, mereka akan menambah kontribusi mereka, katanya.

Hillary mengatakan kepada para wartawan yang mengikuti perjalanannya ke Brussel Kamis, bahwa sekutu NATO akan mengumumkan jumlah tentara tambahan mereka dalam beberapa hari mendatang ini. "Itu adalah respons positif," katanya.

"Saya telah berbicara dengan sekitar 20-25 mitra saya selama pekan lalu. Dan ada kesepahaman mengenai pentingnya misi yang disebutkan presiden itu."

Italia mengatakan, pihaknya akan mengirim 1.000 tentara tambahan ke Afghanistan tahun depan, yang disambut oleh Gedung Putih sebagai menunjukkan bentuk keputusan negara-negara sekutu NATO dan ISAF, "untuk terus bersama kami dalam misi Afghanistan."

Albania menawarkan 85 tentara tambahan dan Polandia mengisyaratkan akan mengirim 600 prajuritnya. Jerman memperpanjang setahun mandat 4.300 prajuritnya, yang merupakan ketiga terbesar di Afghanistan setelah AS dan Inggris, tapi tidak meningkatnya jumlahnya.

Prancis dan Jerman mengatakan mereka akan menunggu sampai konferensi London mengenai Afghanistan yang akan digelar 28 Januari, sebelum melakukan tindakan.

Jenderal Stanley McChrystal, komandan tertinggi pasukan AS dan NATO di Afghanistan, telah mendesak penambahan 40.000 tentara untuk menyukseskan perang. Dia mengatakan kepada para anggota parlemen Afghanistan, bahwa tentara tambahan itu akan melatih pasukan Afghanistan, akan membantu mempersiapkan serah-terima keamanan, sedangkan sisanya dikirim ke perbatasan selatan dan timur, yang dianggap sebagai sarang kelompok Taliban.

"Saya yakin pada musim panas mendatang anda akan bisa menyaksikan peningkatan penting di bidang keamanan," kata McChrystal.

Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, juga menjelaskan bahwa Obama telah menyetujui kemungkinan pengiriman 3.000 dari 30.000 tentara tambahan.

Mereka akan bergabung dengan sekitar 70.000 tentara AS yang sudah ada di Afghanistan. Sekitar 3.000 tenaga medis, analis intelijen dan pakar penjinak bom juga disertaikan untuk menjamin keselamatan tentara kita," kata Gates kepada para anggota parlemen AS. (ant/afp/taq/rep)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.