23 Ribu Tentara AS Penjajah Akan Tetap Duduki Afghanistan Hingga 2012
Apapun alasannya, keberadaan pasukan AS di negeri Muslim Afghanistan merupakan sebuah bentuk penjajahan yang tak bisa didiamkan. Tak ada sedikitpun yang dapat dipercaya dari negara imperialis Amerika, ketika mereka menyerukan kebebasan dan toleransi di negeri Muslim, namun Amerika Serikat sendiri melakukan teror terhadap kaum Muslim. Kaum Muslim menjadi korban atas peperangan yang tak kunjung usai di Afghanistan.
Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta mengumumkan bahwa sebagian besar pasukan tambahan Amerika yang dikirim oleh Barack Obama ke Afghanistan akan tetap menduduki negara ini hingga “musim perang” pada tahun 2012.
Panetta mengatakan hari Kamis (13/10) kepada para anggota parlemen bahwa sepuluh ribu pasukan AS akan ditarik dari Afghanistan sebelum akhir tahun ini seperti yang direncanakan, namun 23 ribu orang tentara yang dikirim oleh Barack Obama ke Afghanistan akan tetap menduduki wilayah itu sampai musim panas 2012.
Ia mengatakan kepada sebuah komite di parlemen bahwa “Akhir tahun ini, kami sudah akan menarik 10 ribu pasukan tambahan yang kami tempatkan di sana.” Dan ia menjelaskan bahwa “Sisanya akan kami tarik pada akhir musim perang tahun depan.”
Perlu dicatat bahwa AS merupakan pemegang saham terbesar dalam koalisi militer internasional di Afghanistan, yang pada akhir tahun 2001 telah menggulingkan Taliban dari kekuasaan, dan jumlah pasukan AS sekarang mencapai 150 ribu orang tentara.
Obama mengumumkan tentang penarikan 10 ribu orang tentara sebelum akhir tahun ini, sementara sisa pasukan tambahan yang dikirim pada akhir tahun 2009 ke Afghanistan, yakni 23 ribu orang tentara akan ditarik pada akhir musim panas 2012. Dan direncanakan bahwa penarikan pasukan AS akan rampung pada Desember 2014.
Demikianlah, tindakan keji Amerika terhadap negeri Muslim Afghanistan. AS mengkampanyekan perang melawan terorisme yang memungkinkan muslim membunuh muslim di negeri Muslim, sementara pada saat yang sama AS melakukan teror secara nyata terhadap kaum Muslim dengan bombardir, serangan dan pembunuhan. Sampai kapan? Ketika Khilafah berdiri kembali, semua akan berakhir, insya Allah. [m/islamtoday/htipress/syabab.com]
Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta mengumumkan bahwa sebagian besar pasukan tambahan Amerika yang dikirim oleh Barack Obama ke Afghanistan akan tetap menduduki negara ini hingga “musim perang” pada tahun 2012.
Panetta mengatakan hari Kamis (13/10) kepada para anggota parlemen bahwa sepuluh ribu pasukan AS akan ditarik dari Afghanistan sebelum akhir tahun ini seperti yang direncanakan, namun 23 ribu orang tentara yang dikirim oleh Barack Obama ke Afghanistan akan tetap menduduki wilayah itu sampai musim panas 2012.
Ia mengatakan kepada sebuah komite di parlemen bahwa “Akhir tahun ini, kami sudah akan menarik 10 ribu pasukan tambahan yang kami tempatkan di sana.” Dan ia menjelaskan bahwa “Sisanya akan kami tarik pada akhir musim perang tahun depan.”
Perlu dicatat bahwa AS merupakan pemegang saham terbesar dalam koalisi militer internasional di Afghanistan, yang pada akhir tahun 2001 telah menggulingkan Taliban dari kekuasaan, dan jumlah pasukan AS sekarang mencapai 150 ribu orang tentara.
Obama mengumumkan tentang penarikan 10 ribu orang tentara sebelum akhir tahun ini, sementara sisa pasukan tambahan yang dikirim pada akhir tahun 2009 ke Afghanistan, yakni 23 ribu orang tentara akan ditarik pada akhir musim panas 2012. Dan direncanakan bahwa penarikan pasukan AS akan rampung pada Desember 2014.
Demikianlah, tindakan keji Amerika terhadap negeri Muslim Afghanistan. AS mengkampanyekan perang melawan terorisme yang memungkinkan muslim membunuh muslim di negeri Muslim, sementara pada saat yang sama AS melakukan teror secara nyata terhadap kaum Muslim dengan bombardir, serangan dan pembunuhan. Sampai kapan? Ketika Khilafah berdiri kembali, semua akan berakhir, insya Allah. [m/islamtoday/htipress/syabab.com]


Tidak ada komentar