Laporan: NATO Melebih-Lebihkan Keberhasilan Mereka di Afghanistan
Sebuah laporan baru-baru ini menemukan fakta bahwa pasukan NATO pimpinan AS kemungkinan telah melebih-lebihkan keberhasilan operasi mereka di Afghanistan untuk menunjukkan operasi militer mereka berhasil.
Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Jaringan Analis Afghanistan (AAN) pada hari Kamis kemarin (13/10), data penggerebekan, yang dirancang untuk membunuh atau menangkap para pemimpin militan antara Desember 2009 hingga September 2011, tidak konsisten, AFP melaporkan.
"Kurangnya transparansi sangat jelas dalam kasus pemimpin pemberontak yang dilaporkan dibunuh dan ditangkap, belum ada cara untuk mengevaluasi kebenaran klaim tersebut," kata laporan AAN.
Organisasi penelitian independen ini juga menyatakan bahwa pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) sering mengganti istilah "fasilitator" dan "pemimpin" tanpa menjelaskan mengapa hal itu dilakukan.
AAN juga mengatakan dalam siaran pers statistik tidak sesuai dengan angka yang dirilis secara terpisah oleh ISAF kepada media.
"Ini harus membuat pembuat kebijakan dan analis mengevaluasi kemajuan ISAF harus berpikir dua kali untuk menerima hitungan dari lembaga tersebut tanpa pengawasan yang lebih serius," kata laporan AAN.(fq/prtv/eramuslim)
Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Jaringan Analis Afghanistan (AAN) pada hari Kamis kemarin (13/10), data penggerebekan, yang dirancang untuk membunuh atau menangkap para pemimpin militan antara Desember 2009 hingga September 2011, tidak konsisten, AFP melaporkan.
"Kurangnya transparansi sangat jelas dalam kasus pemimpin pemberontak yang dilaporkan dibunuh dan ditangkap, belum ada cara untuk mengevaluasi kebenaran klaim tersebut," kata laporan AAN.
Organisasi penelitian independen ini juga menyatakan bahwa pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) sering mengganti istilah "fasilitator" dan "pemimpin" tanpa menjelaskan mengapa hal itu dilakukan.
AAN juga mengatakan dalam siaran pers statistik tidak sesuai dengan angka yang dirilis secara terpisah oleh ISAF kepada media.
"Ini harus membuat pembuat kebijakan dan analis mengevaluasi kemajuan ISAF harus berpikir dua kali untuk menerima hitungan dari lembaga tersebut tanpa pengawasan yang lebih serius," kata laporan AAN.(fq/prtv/eramuslim)


Tidak ada komentar