Header Ads

50 Persen Wajib Militer di Israel Menolak untuk Bertugas

Pejabat militer Israel mengumumkan bahwa sekitar 50 persen dari wajib militer negara itu menolak untuk melayani di kemiliteran, laporan mengatakan.



Pengumuman ini dibuat selama kunjungan yang dilakukan oleh sekelompok anggota Knesset Israel (parlemen) ke pusat wajib militer, Channel 2 Israel melaporkan pada hari Minggu kemarin (27/11).

Militer Israel berspekulasi bahwa persentase penolakan untuk bertugas di wajib militer akan mencapai 60 persen pada akhir 2020.

Ini bukan pertama kalinya bahwa militer Israel menghadapi penolakan dari warganya untuk melayani di tentara.

Pada tahun 2003, terdapat peningkatan jumlah penolakan yang tinggi di militer Israel.

Contoh pertama adalah seorang tentara Israel menolak untuk melayani di kemiliteran pada tahun 1954, ketika Amnon Zichroni diminta untuk dibebaskan dari dinas militer.

Selama beberapa bulan terakhir, terdapat juga kasus anggota pasukan Israel meninggalkan pos mereka dan mengeluh kepada atasan mereka tentang kondisi kerja mereka yang sangat keras.

Pada bulan Juli, empat tentara wanita Israel berhenti dari posisi mereka di kemiliteran karena kondisi kerja berat yang mereka hadapi di dalam militer. (fq/prtv/eramuslim)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.