Ratusan Ribu Muslim Dibantai & Diperkosa, PBNU Kecam Jihad ke Myanmar
Ketua
Umum PBNU Said Aqil Siradj mengecam jihad ke Myanmar sebagai tindakan
yang keliru, meski ribuan Muslim di sana dipaksa murtad, dibantai,
dipaksa makan babi, diperkosa dan dibakar hidup-hidup.
“Kami
tak ingin mendengar tangisan saudara-saudara muslim kami di buminya
Alloh negeri kalian. Kami tidak ridha setetes darah pun tertumpah dari
kaum muslimin. Bagi kami memerangi orang musyrik yang memerangi kami
adalah amal mulia,” ancam Ustadz Abu sembari mengutip Al-Qur'an surat
At-Taubah 36 dan 52. [voa-islam/al-khilafah.org]
Ratusan
ribu Muslim Rohingya di Arakan, Myanmar diperlakukan secara keji seperti
binatang oleh makhluk kafir terkutuk. Mereka dipaksa murtad berpindah
agama ke Budha, jika menolak maka mereka akan mendapat tindakan brutal:
dibunuh, disiksa, dipaksa makan babi, diperkosa hingga dibakar
hidup-hidup.
Umat
Islam sedunia mengutuk pemerintah Myanmar yang faktanya ingin
membersihkan Myanmar dari populasi Muslim. Mereka mengekspresikan
keprihatinannya dengan berbagai macam cara, hingga resolusi jihad.
Menanggapi
adanya gejala mobilisasi warga Indonesia ke Myanmar untuk berjihad,
Said Aqil mengecam jihad ke Myanmar sebagai tindakan yang keliru.
Menurutnya, umat Islam tak perlu jihad ke Myanmar, cukup mendesak
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melindungi korban-korban
kekerasan.
“Saya
dengar ada saudara kita Muslim yang berangkat ke sana dengan jihad,
menurut saya itu tidak tepat,” ujar Said di Kantor PBNU Jakarta, Rabu
(1/8/2012).
Dari
balik sel Bareskrim Mabes Polri, amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) itu
mengirimkan protes kepada Presiden Myanmar, Thein Sein. Dalam surat yang
ditulis dalam tiga bahasa tertanggal 22 Juli 2012 itu, Ustadz Abu
mengancam akan memerangi kafir Myanmar bila umat Islam Rohingnya
diperangi.
Tidak ada komentar