Komandan Tentara Jerman Mengundurkan Diri Karena Korban Sipil Banyak

Seorang komandan pasukan Jerman di Afghanistan mengundurkan diri setelah mengetahui jumlah laporan korban sipil akibat ulah tentara Jerman dalam serangan udara bulan September.
Mentri Pertahanan Jerman Karl Theodor zu Guttenberg mengatakan pada parlemen pada hari Kamis, 26 November bahwa surat pengunduran diri Wolfgang Schneiderhan, sang komandan tersebut sudah diterima.
Pemerintah Afghanistan mengatakan bahwa dalam operasi 4 September lebih dari 30 penduduk sipil meninggal karena operasi yang turut melibatkan tentara Jerman tersebut dan menjadi serangan paling mematikan yang melibatkan tentara Jerman sejak perang dunia II.
Setelah serangan, menhan Jerman kala itu Franz Josef Jung menyanggah telah terdapat korban sipil.
Namun koran kenamaan Jerman, Bild, melaporkan hari Kamis kemarin bahwa sebuah video dan laporan militer rahasia telah dengan jelas menunjukkan adanya korban sipil, baik pemerintah dan militer menolak laporan kala itu.
Jerman yang mengirimkan 4.500 sedadu ke Afghanistan menjadi negara terbesar ke 3 yang bergabung dalam tentara penjajah NATO. Kebanyakan rakyat Jerman dalam sejumlah jajak pendapat menolak pengiriman pasukan ke Afghanistan, namun nampaknya pemerintah Jerman setuju terhadap penambahan pasukan. (md)
Mentri Pertahanan Jerman Karl Theodor zu Guttenberg mengatakan pada parlemen pada hari Kamis, 26 November bahwa surat pengunduran diri Wolfgang Schneiderhan, sang komandan tersebut sudah diterima.
Pemerintah Afghanistan mengatakan bahwa dalam operasi 4 September lebih dari 30 penduduk sipil meninggal karena operasi yang turut melibatkan tentara Jerman tersebut dan menjadi serangan paling mematikan yang melibatkan tentara Jerman sejak perang dunia II.
Setelah serangan, menhan Jerman kala itu Franz Josef Jung menyanggah telah terdapat korban sipil.
Namun koran kenamaan Jerman, Bild, melaporkan hari Kamis kemarin bahwa sebuah video dan laporan militer rahasia telah dengan jelas menunjukkan adanya korban sipil, baik pemerintah dan militer menolak laporan kala itu.
Jerman yang mengirimkan 4.500 sedadu ke Afghanistan menjadi negara terbesar ke 3 yang bergabung dalam tentara penjajah NATO. Kebanyakan rakyat Jerman dalam sejumlah jajak pendapat menolak pengiriman pasukan ke Afghanistan, namun nampaknya pemerintah Jerman setuju terhadap penambahan pasukan. (md)

Tidak ada komentar