Header Ads

Kebangkrutan Kapitalisme Amerika: Dapat Bayaran, Polisi San Fransisco Tangkapi 11 Pengunjuk Rasa

Rupanya gejolak revolusi di Timur Tengah yang dimotori oleh rakyat Tunisia untuk menentang rezim diktator juga mempengaruhi meningkatnya gelombang protes sistem kapitalisme di Amerika Serikat. Sebelas pengunjuk rasa yang 'menduduki' San Fransisco telah ditangkap polisi AS selama unjuk rasa, di tengah-tengah lanjutan aksi demonstrasi anti-corporatisme di Amerika Serikat.

Para pengunjuk rasa ditangkap karena memblokir akses ke kantor pusat perusahaan Wells Fargo pada hari Rabu, mendorong pejabat bank secara singkat menutup menara kantor, Reuters mengutip perkataan polisi San Fransisco Albie Esparza.

AS saat ini tengah bergelut dengan tumbuhnya unjuk rasa yang menetang korporatisme, kemiskinan dan ketimpangan sosial di negeri itu.

Protes yang dimulai di Wall Street di New York bulan lalu, kampanye kini telah menyebar ke kota-kota besar di AS termasuk Seattle, Los Angeles, Dallas, dan Boston, serta lebih dari 600 komunitas di seluruh negeri.

Para pengunjuk rasa telah mengadopsi julukan "the 99 percent". Mereka telah memilih untuk mengkritik orang spesifik, yang dikatakan telah memperkaya diri sendiri dengan mengorbankan orang lain untuk membentuk satu persen orang Amerika terkaya.

Sementara itu, Max Keiser, seorang analisis keuangan dan wartawan, mengatakan dalam sebuah wawancara, bahwa Dimon telah memberikan "4,6 juta dolar kepada kepolisian New York untuk memperkuat kehadiran polisi di jalanan dan meretakkan kepala dan secara kekerasan menindas para pengujuk rasa."

Pada hari Selasa, juga, pasukan polisi AS telah menangkap sejumlah demonstras anti-Wall Street, termasuk sekitar 200 demonstran di Boston dan 27 aktivis di Chicago.

Demikianlah, negara induk kapitalisme ternyata sangat jelas dan nyata tengah berada dalam jurang kehancurannya. Adanya protes tersebut merupakan realitas, menunjukkan kerusakkan sistem kapitalisme semakin jelas dan nyata terjadi.

Jika di Amerika Serikat sendiri, rakyat telah merasakan kerusakkan akibat sistem salah, kapitalisme, maka sungguh amat aneh bila di negeri berpenduduk Muslim terbesar ini malah mengadopsi sistem kapitalisme dalam kehidupannya, padahal Islam telah memberikan solusi.

Sudah semestinya ini semua menjadi pelajaran bagi siapa pun yang masih memiliki akal sehat dan pikiran jernih bahwa hanya kembali kepada sistem baru, yakni sistem dari Sang Pencipta Yang Mahakuasa, Yang Mahatahu, yang mampu memberikan kesejahteraan. Sistem tersebut adalah sistem Islam yang akan diterapkan di bawah naungan Khilafah yang insya Allah akan memayungi dunia kembali. Semakin dekat. [m/prstv/syabab.com]


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.