Header Ads

Mematahkan Dasar Keimanan Kristen

Oleh : Hj. Irena Handono
Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center

Dua dasar keimanan Kristen yakni bahwa Yesus adalah tuhan dan Yesus adalah penyelamat penebus dosa umat manusia. Dasar pertama bahwa 'Yesus adalah tuhan' merupakan konsep ketuhanan Kristen yang berdasar pada doktrinTrinitas. Dasar kedua umumnya dikenal dengan sebutan konsep penebusan dosa. Konsep ini yang menjadi dalih utama sehingga mereka menganggap keyakinan mereka lebih balk lebih unggul dari keyakinan-keyakinan yang lain. Padahal sesungguhnya kedua dasar keimanan tersebut sama sekali tidak mempunyai pijakan yang kuat dalam kita suci mereka.

Masalah trinitas

Trinitas merupakan masalah yang paling pokok dalam iman Kristen.Tapi dalam Bibel tidak ditemukan ayat yang mendukung trinitas. Hal ini diakui oleh para Ahli Alkitab. Sebagai contoh kita ambil pendapat dua orang Ahli Alkitab yang pemikirannya selalu diikuti oleh para penginjil di dunia termasuk para penginjil di Indonesia sbb:

DR G.C. VAN NIFTRIK DAN D.S.B.J BOLAND: Di dalam Alkitab tidak diketemukan suatu istilah yang dapat diterjemahkan dengan kata TRITUNGGAL ataupun ayat-ayat tertentu yang mengandung dogma tersebut, mungkin dalam 1 Yahya 5: 6-8. (Dogmatika masa kini, BPK Jakarta, 1967 hal 418).

1 Yahya 5: 6-8,
6. Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena roh adalah kebenaran.
7. Sebab tiga yang memberi kesaksian (di dalam surga Bapa, Firman dan Roh kudus dan ketiganya adalah satu.
8. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi) Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

Terhadap ayat itu kedua pakar Alkitab itu berkomentar: "Tetapi sebagian besar dari ayat itu agaknya belum tertera dalam naskah aslinya. Bagian itu setidak-tidaknya harus diberi kurung ' " (Dogmatika masa kini, BPK Jakarta, 1967 ha1 418).

Dengan kata lain, kedua pakar Alkitab ini berkomentar bahwa sebagian besar ayat di atas adalah palsu, karena tidak terdapat dalam naskah aslinya. Jadi menurut pakar Alkitab tersebut tidak ada ayat yang mendukung konsep trinitas, mungkin di 1 yahya 5: 6-8 dan itupun ayat palsu.

Dalam Bibel yang berbahasa Inggris New International Version (NIV) yang notabene Alkitab paling dipergunakan dalam rujukan Kristen juga tidak mendukung konsep trinitas tersebut. Lalu bagaimana hal itu sampai terjadi? Kenapa para penyalin Alkitab dulu berani menambah firman Tuhan?

Hal ini diuraikan pakar Alkitab lainnya, Drs. M E Duyverman : Menurut salinan tertua jalannya kalimatnya adalah begini : "Karena tiga menjadi saksi, yaitu roh air dan darah... rupanya tambahan mulai terbubuh sebagai keterangan pinggir kalimat; penyalin kemudian memasukkan ke dalam bunyi nas karena berpikir ini adalah perbaikan penyalin lama. Sampai kini hat itu masih terjadi." (Pembimbing ke dalam perjanjian baru, BPK Jakarta 1966 hal 145).

Jadi ayat yang menyatakan konsep trinitas dalam 1 yahya 5: 6-8 di atas adalah palsu dan hanya tambahan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Lalu bagaimana sesungguhnya konsep ketuhanan dalam Bibel? Konsep ketuhanan dalam Bibel adalah monoteis bukan trinitas. Bibel berulang kali menyebutkanTuhan itu satu tiada yang lain. Tapi umat Kristen mengatakan Tuhan itu tiga.

Penebusan dosa

Dasar selanjutnya adalah penebusan dosa. Umat Kristen meyakini bahwa Yesus akan menyelamatkan umat manusia, menebus dosa manusia, jadi menurut mereka Yesus adalah untuk seluruh manusia. Tapi setelah diselidiki, ternyata ayat di atas adalah ayat palsu. Yesus hanya untuk bani Israel. Dan Injil dengan sangat tegas menyatakan bahwa Yesus diutus Allah hanya untuk bangsa Israel saja.

Matius 10:5-6: "Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan ia berpesan kepada mereka: Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria." "Melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel (hanya kepada bangsaYahudi)."

Injil-Matius 15:24-26: "Jawab Yesus, 'Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel' (hanya kepada bangsa Yahudi). " "Kemudian perempuan itu (perempuan Kanaan) mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, 'Tuhan, tolong-lah aku'. "Tetapi Yesus menjawab, 'Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.' (nonYahudi)."

Tegas sekali! Yesus sendiri yang mengatakan bahwa dia diutus hanya untuk bangsa Israel. Lalu mengapa orang-orang di luar Israel, termasuk Indonesia mengikuti Yesus? Mereka mengemukakan alasan sebagai berikut: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakan Injil kepada seluruh makhluk" (Markus 16:15)

Jadi menurut mereka Yesus adalah untuk segenap makhluk. Tapi setelah diselidiki, ternyata ayat di atas adalah palsu. Markus 16 ternyata hanya sampai ayat 8, Markus 16: 9-20 adalah palsu. Bibel kitab Markus pasal 16 yang diterbitkan Lembaga Biblika Indonesia yang dicetak oleh percetakan Arnoldus Ende 1986/1987, Pada catatan kakinya berbunyi: "Dengan singkat. Bagian ayat ini hanya terdapat dalam beberapa naskah. Tampaknya baru dalam abad ke-2 Masehi ditambahkan dalam injil Markus. Bagian akhir injil Markus ayat 9-20 bercerita mengenai penampakan Yesus. Ini memang termasuk kitab suci, tetapi agaknya tidak termasuk injil Markus yang asli".

Pada The Holy Bible New international Version pada catatan kaki ayat 8 berbunyi : "The two most reliable early manuscripts do not have Mark 16:9-20". "Dua manuskrip paling tua tidak memiliki Markus 16:9-20". Kepalsuan itu jelas.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.