Header Ads

Otorita Keuangan New York: 10.000 Pekerja Wall Street akan Jadi Pengangguran

Sekira 10.000 orang yang bekerja di industri sekuritas Wall Street akan jadi pengangguran sampai akhir tahun 2012. Juru bicara pengawas keuangan negara bagian New York, Eric Sumberg mengatakan, puluhan ribu yang bekerja di Wall Street terancam jadi pengangguran karena industri surat berharga itu tidak lagi menghasilkan keuntungan.

Siaran pers yang kantor pengawas keuangan negara bagian New York menyebutkan, "Saat ini, profit nampaknya akan merosot tajam, orang yang akan kehilangan pekerjaannya akan terus bertambah, dan jumlah bonus akan lebih kecil dari tahun sebelumnya. Perkembangan ini akan menimbulkan efek beriak dalam perekonomian dan berdampak pada pendapatan pajak pemerintah kota dan negara bagian."

Dalam siaran pers itu, kantor pengawas keuangan negara bagian New York yang sekarang dipimpin oleh Thomas DiNapoli menuding krisis utang di negara-negara Eropa sebagai penyebab suramnya masa depan perekonomian AS, selain faktor lain berupa lesunya perekonomian domestik, situasi pasar modal yang tak menentu dan perubahan kebijakan ekonomi yang digulirkan pemerintah.

Kantor DiNapoli menyatakan, posisi Wall Street cukup kuat saat pembukaan di awal tahun 2011. Namun simbol supremasi perekonomian AS itu selanjutnya melemah dan diprediksi akan terus berlanjut sampai akhir tahun berikutnya. Pada Januari 2010 sampai April 2011, Wall Street membuka peluang kerja bagi 9.900 orang. Tapi setelah itu, sampai Agustus kemarin, 4.100 orang yang bekerja di Wall Street kehilangan pekerjaannya.

Masih menurut laporan itu, hilangnya lapangan kerja di Wall Street akan terus berlanjut seiring dengan menurunnya profit dan pengumuman pemutusan hubungan kerja oleh sejumlah perusahaan. Dipekirakan total pemutusan hubungan kerja di Wall Street periode Januari 2008 sampai akhir tahun 2012 mencapai 32.000 orang.

Perusahaan-perusahaan sekuritas di Wall Street masih mendapatkan keuntungan 9,3 miliar USD di kuartal pertama tahun ini. Tapi memasuki kuartal kedua, keuntungan mulai menurun tajam dan diproyeksikan penurunan keuntungan sepanjang tahun ini mencapai 18 miliar USD.

Kondisinya bertambah buruk karena jatuhnya harga saham bank-bank di Wall Street, sebagai reaksi atas aksi protes anti-Wall Street dan kegamangan perusahaan-perusahaan karena menurunnya pendapatan pada kuartal kedua tahun ini.

Pemerintah AS mengklaim perekonomiannya mulai pulih sejak resesi ekonomi melanda negeri itu, karena sudah mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi lebih dari 2 juta orang, dari 8,6 juta orang yang telah kehilangan pekerjaannya. Meski demikian, tingkat pengangguran di AS saat ini masih tinggi, sebesar 9,1 persen. (kw/cnn/eramuslim)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.