Header Ads

Bukannya Membuka Blokade, Mesir Malah Tutup 120 Terowongan Penghubung ke Jalur Gaza di Sinai

Sungguh pelik nasib umat ini, di bawah ikatan nasionalisme warisan penjajah serta tanpa Khilafah, umat Muhammad yang semestinya bersatu ini malah terpecah belah. Bukannya menyatukan negeri-negeri kaum Muslim termasuk menolong saudara-saudara mereka di Gaza, negara sekuler Mesir malah menutup 120 terowongan di Sinai.



Meskipun Presiden Mesir dipimpin oleh pentolan Ikhwanul Muslimin, negara yang dibangun masih menggunakan sistem warisan penjajah dan terjebak dengan ikatan yang telah memecah negeri-negeri kaum Muslim.

Bukannya mengirim pasukan untuk menolong Gaza dan menggempur Israel yang telah lama mencaplok negeri kaum Muslim di Palestina itu, Mesir yang didukung oleh Amerika Serikat malah menutup jalan ke Jalur Gaza itu.

Baru-baru ini, Divisi Zeni militer Mesir menutup 120 terowongan, yang digunakan untuk menyelundukpan dari dan ke Jalur Gaza, sejak dimulai operasi di Semenanjung Sinai, yang berdekatan dengan kawasan itu, kata perwira keamanan pada Sabtu.

"Pintu masuk terowongan dihancurkan setiap hari dan operasi akan berlanjut hingga seluruh jalan bawah tanah itu ditutup," kata seorang perwira kepada AFP.

Tidak kurang dari 12 terowongan diblokade dalam dua hari terakhir di wilayah Mesir, kata sumber itu, menambahkan sebagian besar terowongan terentang empat kilometer di perbatasan.

Hingga kini tentara Mesir tidak menggunakan bahan peledak atau air untuk menutup terowongan, yang juga ditemukan di kawasan-kawasan permukiman.

Tujuh rumah yang berdiri di atas terowongan diratakan dengan tanah dan dua terowongan besar di bawah tanah digunakan untuk menyelundupkan mobil-mobil ke Jalur Gaza ditutup, kata petugas keamaman.

Pihak militer mengerahkan tank-tank dan tentara ke semenanjung tanpa hukum itu yang berbatasan dengan Gaza dan Israel setelah pria-pria bersenjata membunuh 16 tentara dalam satu serangan atas pos tentara pada 5 Agustus.

Mesir juga mencari 120 orang yang disebut media sebagai "militan" dan meyakini sekitar 1.600 orang ekstrim, termasuk warga negara asing, bersembunyi di Sinai, kata kantor berita MENA Rabu.

Demikianlah, ikatan nasionalisme warisan penjajah telah menyebabkan kaum Muslim menderita. Umat tidak hanya menginginkan perubahan orang dalam kekuasaan, tetapi juga perubahan sistem, yakni Khilafah Islamiyyah. Sistem inilah yang akan membebaskan Mesir, Gaza, Palestina, Suriah, dan negeri-negeri Muslim lainnya dari cengkraman para penjajah. Insya Allah, semakin dekat. [m/ant/syabab/www.al-khilafah.org]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.