Header Ads

Rezim Assad Menjalin Hubungan dengan Israel

Bashar Al Assad berusaha menjaga keamanan perbatasan dengan bantuan Israel, demikian menurut dokumen rahasia Suriah yang didapat Al Arabiya dari kelompok oposisi dan dimunculkan secara berkala di situsnya.

Secara resmi, Israel dan Suriah masih berada dalam status berperang, terutama karena Zionis Israel masih menduduki Dataran Tinggi Golan milik Suriah.

Pada 3 April 201, kurang dari satu bulan sejak aksi unjuk rasa rakyat merebak di Suriah, kepala intelijen angkatan udara Suriah Sakr Mennoun mengirim surat perintah kepada Kolonel Suheil Hassan untuk memimpin pasukan menuju perbatasan Suriah-Israel, guna memastikan wilayah garis depan mereka aman, lansir Al Arabiya (4/10/2012).

Mannoun meminta agar Hassan mengamankan wilayahnya perbatasan “dalam kerjasama dengan negara Israel.”

Hal tersebut mengindikasikan ada hubungan antara rezim Assad dengan Israel, sehingga mereka bisa “meminta” bantuan kerjasama pengamanan wilayah perbatasan.

Satu persatu kebohongan rezim Syiah Alawi pimpinan Bashar Al Assad terbongkar ke publik, setelah sebelumnya terbukti ada kehadiran tentara Iran di Damaskus berdasarkan nisan di kuburan anggota Garda Revolusi Iran dan dokumen yang mengatakan bahwa Rusia terlibat dalam penembakan jet tempur Turki. [hidayatullah/www.al-khilafah.org]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.