Header Ads

MHTI Ciputat Adakan Tabligh Akbar di GOR Ciputat

Sekitar 200 orang menghadiri acara Tabligh Akbar yang berjudul “Ramadhan Bulan Pemersatu Perjuangan Syariah dan Khilafah” di GOR Ciputat pada 7 Juli 2013. Acara ini diisi oleh Ustadzah Ishmah Cholil, salah seorang DPP Muslimah Hizbut Tahrir.


Dalam materinya ustadzah Ishmah Cholil menjelaskan bahwa pada Ramadhan tahun ini ummat Islam masih harus menjalaninya berdampingan dengan berbagai macam masalah, misalnya pergaulan bebas, mahalnya harga-harga karena kenaikan BBM, kapitalisasi sarana publik dan tak lama lagi akan diadakan Miss World di Indonesia. Permasalahan ummat ini seolah-olah diproduksi oleh sebuah ‘pabrik’ karena begitu masif dan masal. Pabrik yang memproduksi permasalahan tersebut menurut ustadzah Ishmah Cholil adalah negara yang tidak menerapkan sistem Islam, namun menerapkan sistem kapitalis. Oleh karena itu beliau mengajak para peserta untuk bersama mempelajari bagaimana Islam menyelesaikan masalah dan berjuang bersama untuk menerapkannya.

Bulan Ramadhan yang merupakan bulan penuh berkah dengan pelipatgandaan pahala oleh Allah hendaknya dijadikan pendorong untuk para muslimah dalam meningkatkan ibadahnya. Baik itu ibadah individual seperti puasa, qiamul lail dan sedekah ataupun amalan yang berjamaah seperti dakwah. Karena pada masa rosul dan masa ke khalifaahan setelahnya bulan ramadhan bukan hanya diisi oleh ibadah-ibadah ritual semata namun juga ibadah-ibadah yang berat dan besar juga dilaksanakan oleh mereka seperti dakwah dan jihad ke berbagai negri. Ustadzah Ishmah cholil mencontohkan perang Badar, penakhlukan Mekkah oleh rasulullah dan penakhlukan Konstantinopel oleh Thariq bin Ziyad.

Tentunya kaum muslimin belum diwajibkan untuk berjihad sekarang, namun yang diwajibkan pada kita sekarang adalah memperjuangkan penerapan Islam secara kaffah oleh negara. Tegaknya khilafah di masa yang akan datang adalah sesuatu yang harus kita yakini karena kabar tersebut sudah diberitakan oleh Allah melalui rasulnya dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad.

Para peserta cukup antusias mendengarkan paparan dari pembicara. Pada sesi pertanyaan dua orang ibu-ibu menanyakan sesuatu yang cukup mendasar. Ibu pertama menanyakan “Apa itu khilafah yang diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir?” sementara ibu yang kedua bertanya “Syariah itu apa?”. Kedua pertanyaan ini dijawab dengan gamblang oleh pembicara dan beliau juga menambahkan dengan penjelasan singkat profil Hizbut Tahrir.

Di sisi lain pertanyaan ini menunjukkan bahwa muslimah di Indonesia masih banyak yang belum akrab dengan istilah-istilah islam seperti syariah dan khilafah. Oleh karena itu edukasi yang masif selalu dilakukan oleh Hizbut Tahrir agar setiap kaum muslimin mengetahui lebih banyak tentang Islam dan syariatnya.

Selain paparan pembicara, peserta juga dihibur dengan aksi teatrikal yang dilakukan oleh anak-anak dari Muslimah Hizbut Tahrir. Peserta cukup antusias dan ikut mendokumentasikan aksi teatrikal tersebut.

Penulis:
Frida Nurulia, aktivis MHTI Ciputat

[www.al-khilafah.org]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.