MUI Minta Satpol PP Razia Ajang Maksiat 'Asmara Shubuh'
Majelis
Ulama Indonesia (MUI) Kota Dumai, Provinsi Riau, mengharapkan aparat
Satpol PP turun ke jalan dan melakukan razia menertibkan anak-anak
remaja yang dikhawatirkan melakukan hubungan maksiat saat usai waktu
shalat subuh.
"Selama Ramadhan, pelajar kita anjurkan untuk mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah dan orangtua mengawasi dan membiasakan anak untuk beribadah dan membaca Al-Quran di setiap waktu agar terlatih dan terhindar dari kegiatan yang mubazir," ungkap Misdiono. [Widad/Ant] [voa-islam/www.al-khilafah.org]
Ketua
MUI Dumai Lukman Syarif, Kamis, menilai, ajang maksiat asmara subuh yang
kerap dilakukan remaja usai beribadah shalat Subuh merupakan perbuatan
yang tidak ada manfaatnya dan Islam tidak pernah mengajarkan hal
tersebut.
Lukman
sangat menyayangkan perilaku para remaja yang melakukan asmara subuh
tersebut. "Itu memalukan. Islam mengharamkan, karena melanggar aturan
agama," ujarnya.
"Dalam
Ramadhan ini kita sebaiknya manfaatkannya dengan memperbanyak amal
ibadah, bukan malah melakukan kegiatan yang tidak ada dalam ajaran agama
Islam," kata Lukman, kepada pers di Dumai.
Dia
menjelaskan, kegiatan yang cenderung mengarah ke negatif itu seharusnya
menjadi perhatian pemerintah dan seluruh komponen masyarakat, yang
didalamnya juga ada pengawasan orangtua dan sekolah.
"Peran
orangtua sangat diperlukan karena anak-anak keluar rumah dengan alasan
pergi beribadah shalat Subuh, tapi justru melakukan kegiatan yang tidak
berguna di saat Ramadhan," ujarnya.
Kabid
Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Pendidikan Kota Dumai,
Misdiono, menyebutkan, asmara subuh yang biasanya dilakukan para pelajar
harus diantisipasi sekolah dengan menggelar kegiatan yang lebih
bermanfaat bagi diri anak.
Dia
menilai, kegiatan asmara subuh yang dilakukan para pelajar dan remaja
lebih banyak mudharat-nya karena hanya menghabiskan waktu dengan tidak
berguna dan berpotensi melakukan perbuatan melanggar norma agama dan
hukum.
"Selama Ramadhan, pelajar kita anjurkan untuk mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah dan orangtua mengawasi dan membiasakan anak untuk beribadah dan membaca Al-Quran di setiap waktu agar terlatih dan terhindar dari kegiatan yang mubazir," ungkap Misdiono. [Widad/Ant] [voa-islam/www.al-khilafah.org]


Tidak ada komentar