Header Ads

Mantan Menteri Pendidikan: Ada Bisnis Seks di Balik Kontes Kecantikan

Ini pernyataan mantan Menteri Pendidikan Prof Dr Daoed Joesoef yang diwawancarai wartawan hidayatullah.com 5 bulan lalu seputar ajang ratu kecantikan.


Karena penting dan relevan untuk diketahui seputar dunia hitam yang menurut Daoed Joesoef berlindung di balik kontes, sekaligus warning, bahwa ajang ratu-ratuan ini sungguh sangat tak layak untuk digelar, maka informasi menteri di era Soeharto itu perlu kembali dirilis.

Menurut Daoed Joesoef, ada bisnis seks di balik penyelenggaraan kontes kecantikan seperti Miss World, Miss Universe dan sebagainya.

“Ada bisnis seks,” ungkapnya kepada wartawan via telepon, Selasa (9/4/2013). Dia mengaku konsisten menolak segala ajang ratu kecantikan sejak menjabat Mendikbud di era Soeharto. Ketika itu dia mendapat info, para peserta kontes kecantikan akan dipaksa melacur kepada sponsor acara tersebut.

“Itu kan acara besar, perlu dana untuk iklan dan show-show lainnya,” katanya.

Entah dapat data dari mana, menurut Joesoef, pengusaha yang menyumbang dana untuk acara tersebut akan mendapat sajian makan malam dan tidur dengan salah satu peserta.

“Itu sama saja pelacuran,” pungkas Joesoef.

Sebagaimana diketahui, untuk pertama kalinya Indonesia didaulat menjadi tuan rumah acara Miss World 2013 di Bogor dan Bali. Bahkan puncak acara perhelatan Miss World 2013 nanti dikabarkan akan digelar di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, pada 28 September 2013.

Rencana acara ini mendapat protes dan penolakan keras dari kaum Muslimin dan ormas Islam. Bupati Bogor, Gubernur Jabar dan instansi terkait diminta membatalkan atau tak memberi izin perhelatan umbar aurat tersebut.

Tak hanya itu, acara semacam ini sarat dengan misi Zionis sebagaimana termaktub dalam 24 Protokolat Zionis Yahudi, termasuk invasi budaya (ghazwul fikri) yang tujuannya merusak generasi muda, khususnya generasi Muslim. [hidayatullah/www.al-khilafah.org]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.