Muslimah Inggris Pertahankan Islam, Kecam Nilai Busuk Liberal Perancis
Diantara mereka meneriakan seruan-seruan, seperti "Kami menolak nilai-nilaimu, kami menerima Islam", "Anda melarang Niqab, kami menyerukan Islam". Mereka juga mengkritik nilai-nilai Perancis, dengan seruan, "Liberté, Egalite, Fraternite: Penindasan, Intoleransi dan Hipokrit."
Tampak pula, para perempuan tersebut mengangkat beberapa poster yang diarahkan terhadap nilai-nilai liberal. Diantaranya, "Nilai Liberal=Pemaksaan Asimilasi", "Nilai Liberal Menurunkan Debat", "Perempuan Muslimah Menolak Nilai-nilai Liberal". Slogan lainnya tertulis, "Toleransi Sekulerisme Melarang Jilbab".
Para pembicara mengecam pemerintah Perancis untuk mengambil tindakan yang membatasi kebebasan perempuan untuk membuat keputusan atas apa yang mereka pakai. Sementara pada saat yang sama pemerintah mengabaikan masalah-masalah yang mendegradasi dan menindas perempuan seperti kekerasan dalam rumah tangga.
Di samping itu, pemerintah membiarkan perempuan menjadi obyek pelecehan seksual, pornografi, klub-dance, periklanan, industri hiburan, semua diizinkan di bawah slogan kebebasan berekspresi dan didorong untuk meraup keuntungan pada masyarakat Barat.
"Sudah lama, para politisi di Barat memberikan label pakaian Muslimah sebagai simbol penindasan, sementara mereka mengabaikan epidemi kekerasan, pelecehan seksual yang membuat wanita menderita di bawah nilai-nilai liberal," kata mereka.
Subhanallah, demikianlah, kegigihan kaum Muslim di Barat untuk mempertahankan Islam di tengah-tengah serangan Barat. Kaum Muslimah tiada henti untuk membela Islam dan mengungkap kerusakkan sistem sekuler Barat yang telah menindas perempuan. Sungguh memalukan bila kaum perempuan di negeri Muslim terbesar di dunia ini, malah menghinakan diri dengan mengambil ide-ide barat serta menyepelekan Islam. [m/f/dmtx/syabab.com]
Tidak ada komentar