Gerakan Protes Wall Street Menduduki Rumah Milyader Amerika
"JP Morgan, anda orang jahat! Amerika memerlukan Robin Hood!" Beberapa orang meneriakkan di depan apartemen mewah yang merupakan rumah Jamie Dimon, Kepala Ekskutif JP Morgan Chase.
Ratusan orang berbaris di kawasan Wall Street, Manhattan, mereka melakukan aksi protes di depan pintu rumah para konglomerat terkaya di Amerika Serikat.
Sekitar 500 orang berbaris melewati Upper East Side Manhattan, melewati bangunan bertingkat yang tinggi, di mana banyak eksekutif hidup disitu. Diantaranya adalah Paulson, raja media global Rupert Murdoch, kepala ekskutif JPMorgan Chase Jamie Dimon, dan David Koch, pendiri perusahaan energi Koch Industries.
Para pengunjuk rasa meneriakkan "Bank harus di bail oout (ditalangi), kami terjual habis", dan "Hei anda miliarder, anda harus membayar, dan berbuat adil", dan mereka membawa poster dan panflet yang g berbunyi, "Hentikan merampok harta kelas menengah untuk membayar orang kaya", dan "Kami adalah 99 persen, "Orang kaya yang hanya 1 persen yang menguasai atas Amerika terlalu banyak", cetus mereka.
Mustafa Ibrahim, 23, seorang insinyur yang ikut berbaris pada "Tour Miliarder" itu dalam kunjungan ke New York dari Kairo, di mana ia mengatakan menangkap persis seperti pemberontakan rakyat tahun ini yang menggulingkan diktator Mesir Hosni Mubarak.
"Ini cukup banyak hal yang sama seperti Mesir," kata Ibrahim. "Masalahnya adalah orang kaya terus mendapatkan kekayaan dan yang miskin semakin miskin."
Sejak 17 September demonstran telah berkemah di sebuah taman di Lower Manhattan dekat Wall Street, unjuk rasa terhadap dana talangan untuk bank-bank selama resesi, yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan keuntungan besar.
Sementara itu rakyat Amerika menderita, dan pengangguran yang tinggi serta ketidakamanan pekerjaan dengan hanya mendapatkan sedikit bantuan. (mh/tm/eramuslim)
Ratusan orang berbaris di kawasan Wall Street, Manhattan, mereka melakukan aksi protes di depan pintu rumah para konglomerat terkaya di Amerika Serikat.
Sekitar 500 orang berbaris melewati Upper East Side Manhattan, melewati bangunan bertingkat yang tinggi, di mana banyak eksekutif hidup disitu. Diantaranya adalah Paulson, raja media global Rupert Murdoch, kepala ekskutif JPMorgan Chase Jamie Dimon, dan David Koch, pendiri perusahaan energi Koch Industries.
Para pengunjuk rasa meneriakkan "Bank harus di bail oout (ditalangi), kami terjual habis", dan "Hei anda miliarder, anda harus membayar, dan berbuat adil", dan mereka membawa poster dan panflet yang g berbunyi, "Hentikan merampok harta kelas menengah untuk membayar orang kaya", dan "Kami adalah 99 persen, "Orang kaya yang hanya 1 persen yang menguasai atas Amerika terlalu banyak", cetus mereka.
Mustafa Ibrahim, 23, seorang insinyur yang ikut berbaris pada "Tour Miliarder" itu dalam kunjungan ke New York dari Kairo, di mana ia mengatakan menangkap persis seperti pemberontakan rakyat tahun ini yang menggulingkan diktator Mesir Hosni Mubarak.
"Ini cukup banyak hal yang sama seperti Mesir," kata Ibrahim. "Masalahnya adalah orang kaya terus mendapatkan kekayaan dan yang miskin semakin miskin."
Sejak 17 September demonstran telah berkemah di sebuah taman di Lower Manhattan dekat Wall Street, unjuk rasa terhadap dana talangan untuk bank-bank selama resesi, yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan keuntungan besar.
Sementara itu rakyat Amerika menderita, dan pengangguran yang tinggi serta ketidakamanan pekerjaan dengan hanya mendapatkan sedikit bantuan. (mh/tm/eramuslim)


Tidak ada komentar