Header Ads

BBM NAIK!!! Sembako Naik, Transportasi Naik, puluhan juta rakyat terancam tak mudik Lebaran

Rencana kenaikan bahan Bakar Minyak(BBM) yang akan diputuskan oleh pemerintah disaat menjelang datangnya bulan Ramadhan dan Lebaran tentunya  akan menjadi musibah bagi masyarakat kecil.



Seperti yang sudah biasa terjadi sebelumnya, kenaikan harga BBM tersebut juga akan diiringi dengan kenaikan harga sembako dan transportasi.

Bagi masyarakat berpenghasilan pas-pasan bantuan bantuan langsung sementara mandiri (BLSM), tentulah tiada artinya dibandingkan dengan kebutuhan mereka disaat bulan puasa dan biaya merayakan lebaran, disaat mana para umat Muslim yang berpuasa memerlukan asupan gizi didalam menu makanan disaat berbuka dan disaat sahur.

Belum lagi tuntutan kebutuhan yang biasa mereka lakukan, yaitu berbelanja pakaian lebaran serta kebiasaan  yang sudah menjadi tradisi dimasyarakat kita, yaitu “MUDIK LEBARAN”.

Istilah mudik sangatlah akrab di telinga masyarakat kita. Mudik sebagai rutinitas tahunan untuk berkumpul dengan sanak famili di kampung memang sudah sangat mengakar dan menjadi sebuah hajat kultural tersendiri bagi masyarakat Indonesia.

Mudik lebih tepat adalah ’’budaya orang urban’’. Selain faktor agama, mudik memang diawali dari sejarah panjang perkembangan corak produksi masyarakat hingga terbentuknya polis-polis/perkotaan sebagai titik sentral perekonomian dan dimulainya urbanisasi orang desa mengejar rezeki ke kota.

Seperti tahun-tahun lalu, mudik Lebaran tahun ini masih diwarnai rentetan masalah klasik yang tak pernah selesai dan malah dijawab dengan meningkatnya kompleksitas permasalahan transportasi. Meski harus berjibaku dengan berbagai keruwetan dan risikonya, ’’orang-orang urban” tak kan mau melewatkan kesempatan melepas penat perkotaan dan bertukar kabar dengan keluarga besar.

Menghadapi Puasa, Lebaran dan Persiapan masuk sekolah

Kebijakan pemerintah menaikkan bahan Bakar Minyak(BBM) di bulan Juni ini tentulah dirasakan sangat tidak bijak.

Saat mana dibulan-bulan tersebut masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim tengah bersiap-siap menghadapi datangnya Bulan suci Ramadhan, Lebaran dan persiapan memasukkan anak kesekolah pada Tahun Ajaran baru.

Dengan BBM tidak naik saja seperti biasa harga sembako dan tarif angkutan umum menjelang Puasa sudah naik, sehingga banyak masyarakat tidak mampu yang harus menggunakan sepeda motor untuk mudik kekampung halamannya meski menempuh bahaya.

Mujio seorang buruh di kawasan industri Cakung mengemukakan tentang kekhawatirannya menghadapi datangnya bulan Ramadhan yang beriringan dengan Tahun ajaran baru ini.

Dua anaknya akan segera mendaftar di SMP dan SMA yang meski di Jakarta bersekolah gratis ia tetap harus memikirkan segala kebutuhan peralatan sekolah anaknya, disisi lain harus memutar otaknya menutupi kebutuhan bulan puasa dan mudik lebaran.

“Tahun kemarin saja saya tidak bisa pulang kampung karena tidak cukup biaya, mungkin tahun ini juga mimpi itu tidak akan terlaksana”. Ujarnya yang rindu kampung halamannya di Madiun.

Hal yang sama dialami Sukri yang bekerja sebagai  tehnisi komputer di Bekasi yang sebelumnya merencanakan mudik bareng teman-temannya ke Ciamis, Jawa barat juga akhirnya mengundurkan rencananya.

“Mungkin tahun ini saya batal mudik mas, karena anggarannya pasti akan tersedot untuk membeli sembako yang pasti akan melambung”. Ujar Sukri.

Diperkirakan puluhan juta Rakyat Indonesia tidak dapat mudik bersilaturahmi dangan sanak keluarganya ditahun ini. [cr/www.al-khilafah.org]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.