200.000 Kaum Muslim Padati al-Aqsa al-Mubarak, Seruan Khilafah Bergema dari Dalam dan Luar Masjid Di Jumat Pertama Ramadhan 1434 H [video/foto]
Seruan penerapan hukum al-Quran di bawah naungan Khilafah bergema di tengah-tengah sekitar 200 ribu kaum Muslim yang memadati kompleks Masjid Al-Aqsa, Baitul Maqdis, Quds, Palestina. Pria, wanita dan anak-anak dari berbagai kawasan memadati kompleks masjid suci umat Islam ketiga itu pada hari jumat pertama bulan Ramadhan 1434 H tersebut.
Setelah akhir sholat Jumat pertama Ramadhan di al-Aqsa al-Mubarak, para pengemban dakwah dan para pemuda dari Hizbut Tahrir menggemakan seruan dari Al-Aqsa untuk seluruh kaum Muslim, "Hancurkan Amerika, hancurkan Perancis, Hancurkan Inggris, Futuhat Roma".
Usai sholat, dimulailah kajian-kajian menyebar ke seluruh Masjid al-Aqsa, di mana halqah-halqah utama digelar baik di dalam Masjid maupun di luar masjid. Para pengemban dakwah dari Hizbut Tahri mulailah memberikan pencerahan-pencarahan tentang Islam, serta kondisi politik umat ini, termasuk forum tanya jawab.
Selama penyampaian seruan dakwah, para jamaah bersorak-sorai meneriakkan yel-yel seruan mereka untuk menegakkan kembali Khilafah. Mereka juga meninggikan ar-royah (panji) Rasulullah Saw di tengah Masjid. Sebuah spanduk besar bertuliskan "Khilafah, menegakkan dien dan menyatukan kaum muslimin" yang diapit dua gambar ar-royah dipasang di dinding kubah ash-shakhrah (the dome of rock).
Di halaman depan Masjid al-Aqsa al-Mubarak, spanduk besar pun dibentangkan di hadapan para jamaah, bertuliskan "Umat ingin penerapan al-Quran". Adapun di tembok depan Masjid Al-Aqsa, dipasang spanduk besar hitam yang menyerukan kepada kaum Muslim revolusi untuk menegakkan Khilafah. Tampak beberapa panji-panji Rasulullah Saw pun dikibarkan di sekitar area masjid suci tersebut.
Sementara di dalam masjid, para jamaah memadati halqah-halqah ilmu yang disampaikan oleh para pengemban dakwah dari Hizbut Tahrir. Demikian pula di berbagai pelataran masjid beberapa halqah-halqah dan kajian serupa digelar.
Di depan halaman masjid al-Aqsa al-Mubarak, Syeikh Ishmat al-Hamouri menyampaikan seruan dakwahnya, termasuk seruan al-Aqsa untuk kaum Muslim di bumi Syam dan bumi Kinanah Mesir. Beberapa pemuda mengibarkan panji hitam dan hitam bertuliskan kalimah tauhid Lâ ilâha illâ Allâh Muhammad Rasûlullâh. Ribuan para jamaah al-Aqsa berulangkali meneriakkan yel-yel mereka serta menggemakan kalimah takbir.
Selain itu, berbagai halqah menyebar di seluruh kompleks masjid Al-Aqsa, baik di sebelah timur, barat, utara dan selatan. Berbagai halqah ilmu tersebut tersebut mengingatkan sejarah Masjid al-Aqsa al-Mubarak serta mengingatkan tentang sirah perjalanan Nabi Saw. beserta para shahabat Rasulullah. Mereka mengajarkan manusia dan memahamkannya dengan perkara agama.
Demikianlah, umat ini tidak pernah mati. Sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah Saw:
“Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang selalu menegakkan kebenaran dan mampu mengalahkan musuh-musuh mereka. Tidak memadaratkan mereka orang-orang yang menentang mereka, kecuali sekadar kesulitan hidup yang akan menimpa mereka, sampai datang kepada mereka keputusan Allah (Hari Kiamat), sementara mereka tetap dalam keadaan demikian.” Para sahabat bertanya, ”Ya Rasulullah, di manakah mereka berada?” Rasulullah saw. menjawab, “Mereka berada di Baitul Maqdis (al-Quds) dan di sekitar Baitul Maqdis.” (HR. Ahmad dan ath-Thabrani). [m/f/ar/pal-tahrir.info/syabab/www.al-khilafah.org]
Setelah akhir sholat Jumat pertama Ramadhan di al-Aqsa al-Mubarak, para pengemban dakwah dan para pemuda dari Hizbut Tahrir menggemakan seruan dari Al-Aqsa untuk seluruh kaum Muslim, "Hancurkan Amerika, hancurkan Perancis, Hancurkan Inggris, Futuhat Roma".
Usai sholat, dimulailah kajian-kajian menyebar ke seluruh Masjid al-Aqsa, di mana halqah-halqah utama digelar baik di dalam Masjid maupun di luar masjid. Para pengemban dakwah dari Hizbut Tahri mulailah memberikan pencerahan-pencarahan tentang Islam, serta kondisi politik umat ini, termasuk forum tanya jawab.
Selama penyampaian seruan dakwah, para jamaah bersorak-sorai meneriakkan yel-yel seruan mereka untuk menegakkan kembali Khilafah. Mereka juga meninggikan ar-royah (panji) Rasulullah Saw di tengah Masjid. Sebuah spanduk besar bertuliskan "Khilafah, menegakkan dien dan menyatukan kaum muslimin" yang diapit dua gambar ar-royah dipasang di dinding kubah ash-shakhrah (the dome of rock).
Di halaman depan Masjid al-Aqsa al-Mubarak, spanduk besar pun dibentangkan di hadapan para jamaah, bertuliskan "Umat ingin penerapan al-Quran". Adapun di tembok depan Masjid Al-Aqsa, dipasang spanduk besar hitam yang menyerukan kepada kaum Muslim revolusi untuk menegakkan Khilafah. Tampak beberapa panji-panji Rasulullah Saw pun dikibarkan di sekitar area masjid suci tersebut.
Sementara di dalam masjid, para jamaah memadati halqah-halqah ilmu yang disampaikan oleh para pengemban dakwah dari Hizbut Tahrir. Demikian pula di berbagai pelataran masjid beberapa halqah-halqah dan kajian serupa digelar.
Di depan halaman masjid al-Aqsa al-Mubarak, Syeikh Ishmat al-Hamouri menyampaikan seruan dakwahnya, termasuk seruan al-Aqsa untuk kaum Muslim di bumi Syam dan bumi Kinanah Mesir. Beberapa pemuda mengibarkan panji hitam dan hitam bertuliskan kalimah tauhid Lâ ilâha illâ Allâh Muhammad Rasûlullâh. Ribuan para jamaah al-Aqsa berulangkali meneriakkan yel-yel mereka serta menggemakan kalimah takbir.
Selain itu, berbagai halqah menyebar di seluruh kompleks masjid Al-Aqsa, baik di sebelah timur, barat, utara dan selatan. Berbagai halqah ilmu tersebut tersebut mengingatkan sejarah Masjid al-Aqsa al-Mubarak serta mengingatkan tentang sirah perjalanan Nabi Saw. beserta para shahabat Rasulullah. Mereka mengajarkan manusia dan memahamkannya dengan perkara agama.
Demikianlah, umat ini tidak pernah mati. Sebagaimana telah disabdakan oleh Rasulullah Saw:
“Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang selalu menegakkan kebenaran dan mampu mengalahkan musuh-musuh mereka. Tidak memadaratkan mereka orang-orang yang menentang mereka, kecuali sekadar kesulitan hidup yang akan menimpa mereka, sampai datang kepada mereka keputusan Allah (Hari Kiamat), sementara mereka tetap dalam keadaan demikian.” Para sahabat bertanya, ”Ya Rasulullah, di manakah mereka berada?” Rasulullah saw. menjawab, “Mereka berada di Baitul Maqdis (al-Quds) dan di sekitar Baitul Maqdis.” (HR. Ahmad dan ath-Thabrani). [m/f/ar/pal-tahrir.info/syabab/www.al-khilafah.org]


Tidak ada komentar