Miss World 2013 Didukung oleh Artis dan Birokrat Dalam Negeri
Ajang Miss World 2013 di Indonesia Bawa Pengaruh Besar
“Saya akan mendukung acara Miss World di Indonesia. Ajang ini menunjukkan Indonesia dipercaya bisa menggelar event besar,” tutur Adjie saat berkunjung ke redaksi Okezone, Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2013).
Selain alasan tersebut, pemilik nama lengkap Adjie Mindosio Pangestu ini juga senang Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Miss World ke-63.
Sumber
Miss World 2013 di Indonesia Berdayakan Perempuan Dunia
“Kita sangat mendukung acara ini, apalagi untuk masalah pakaian yang selama ini dipermasalahkan sudah didamaikan. Para finalis akan mengenakan sarung Bali saat sesi Beach Fashion,” tutur Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini kepada Okezone di Skenoo Hall, Gandaria City, Jakarta, belum lama ini.
Pria penyukai busana batik ini melihat ada hal positif dari perhelatan Miss World.
“Acara Miss World menjadi jembatan pemberdayaan perempuan. Para finalis bisa belajar tentang dunia, ekonomi global, dan banyak hal positif lainnya. Mereka pun menjadi lebih maju dengan mengikuti Miss World,” kata Sapta.
Sumber
Komentar berita:
Padahal, apapun komentarnya, Miss World tak lebih dari ajang kapitalisasi tubuh perempuan dan penghinaan terhadap umat Islam Indonesia. Tentu ironis, mengingat posisi Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia. Juga tren dewasa ini bahwa Indonesia menjadi ‘kiblat’ dunia Islam. Penerimaan Indonesia atas Miss World akan meneguhkan opini bahwa Islam tidak mempermasalahkan eksistensi perempuan melalui kontes kecantikan.
Maka, apapun namanya, benang merah kontes kecantikan hanyalah mencari perempuan tercantik fisiknya untuk dieksploitasi. Hal ini akan menjadi model bagi negeri-negeri muslim lain agar lebih toleran dan terbuka terhadap “kemajuan” kaum perempuan. Jadi, Indonesia akan menjadi kiblat liberalisme budaya. [nin][www.al-khilafah.org]


Tidak ada komentar