Header Ads

Rezim Bashar Al Asad Larang Bantuan Pokok dan Lembaga Kemanusiaan Masuk ke Homs

Setelah pengepungan satu tahun lebih dan gempuran berturut-turut selama 15 hari terhadap kota Homs, pasukan Bashar Al Asad dengan dibantu Syiah Hizbullah baru-baru ini melakukan kejahatan baru untuk membunuh warga suriah secara perlahan-lahan. Mereka melarang masuknya bahan makanan pokok, obat-obatan dan bantuan kemanusiaan ke terbesar ketiga di Suriah tersebut.



“Pasukan Bashar Al Asad, setelah memblokade sejumlah daerah di provinsi Homs selama lebih dari satu tahun, melarang masuknya segala jenis bahan pokok, obat-obatan dan bantuan kemanusiaan lainnya ke daerah-daerah yang dikepung pasukan Bashar Al Asad dari berbagai arah tersebut. Sementara itu, daerah-daerah itu luluh lantak setelah dibombardir selama 15 hari terakhir ini“ kata aktivis Suriah sebagaimana dilansir islammemo.cc, Senin, 15/7/2013.

Para aktivis menambahkan dalam sebuah pernyataannya, pasukan rezim melarang masuknya berbagai jenis bantuan kemanusiaan dan medis ke daerah-daerah yang terkepung dari berbagai arah tersebut, sejak kampanye militer untuk merebut Homs pada bulan lalu. Pasukan rezim tidak mengindahkan adanya banyak penduduk sipil dan anak-anak yang tidak bersalah. Termasuk, sejumlah anak-anak dari komunitas Kristen.

Para aktivis yang bekerja secara independen tersebut menjelaskan bahwa para komandan brigade pejuang Suriah yang berada di kota Homs telah mengeluarkan pernyataan yang menegaskan akan menjaga dan melindungi organisasi apapun yang datang ke Homs untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan. Para komandan tersebut menunjukkan bahwa yang menghalangi masukanya organisasi-organisasi kemanusiaan ke Homs adalah rezim Asad yang ingin mengepung wilayah-wilayah yang menentang kekuasannya secara total. Organisasi-organisasi internasional juga diminta untuk memberikan tekanan kepada rezim Asad dengan berbagai cara, untuk dapat memasukkan bantuan kemanusiaan dan mengevakuasi warga sipil dan korban yang terluka.

Organisasi-organisasi kemanusiaan yang ingin menyalurkan bantuannya ke Homs diserukan untuk berkoordinasi dengan brigade-brigade pejuang Suriah dan lembaga-lembaga pengawas revolusi untuk menyalurkan bantuan kemanusiannya, tanpa harus meminta izin dari pemerintah Suriah.

Di akhir pernyataannya, para aktivis menunjukkan bahwa sasaran-sasaran kerja organisasi-organisasi bantuan kemanusiaan tersebut haruslah di daerah-daerah yang hancur akibat gempuran pasukan Bashar Al Asad, bukan daerah-daerah loyalis rezim Suriah.

Sebagaimana diberitakan, sejak 29 Juli lalu pasukan Bashar Al Asad melakukan kampanye militer besar-besaran untuk merebut kota Homs dari tangan pejuang Suriah. Hampir setiap menit, pasukan Asad dengan dibantu Syiah Hizbullah membombardir Homs, baik dari udara mapun dari darat. Akibatnya, warga sipil yang terjebak ditengah gempuran tersebut kehabisan persediaan kebutuhan makanan pokok. Sehingga, para ulama Homs memfatwakan bolehnya memakan daging kucing sebatas untuk menyambung hidup karena keadaan darurat yang dialami warga Homs.[kiblat/www.al-khilafah.org]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.