Header Ads

HAM Temukan Kuburan Masal Tahanan Warga Suriah di Pedesaan Damaskus


Liga Suriah untuk perlindungan Hak Asasi Manusia menemukan sebuah kuburan masal yang berisi ribuan jasad warga Suriah yang tidak diketahui identitasnya di daerah Qathfiyah, pedesaan Damaskus, pada Sabtu lalu (12/7/2013). Kuburan masal tersebut ditemukan di dekat markas batalyon 3 pasukan rezim tirani Bashar Al Asad. Diduga, mereka adalah warga sipil Suriah dan para pejuang yang berada di dalam penjara rezim.


Terkait dengan penemuan yang didapat dari laporan para aktivis itu, Liga Suriah untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia mengutuk keras atas pelanggaran HAM yang dilakukan pasukan rezim Suriah ini. Mereka meminta dunia internasional, khususnya PBB, untuk terjun ke Suriah dan memperjelas nasib ratusan ribu rakyat Suriah yang terancam jiwa mereka di penjara-penjara rezim.

Berikut penjelasan yang dikeluarkan Liga Suriah untuk Perlindungan HAM, sebagaimana dilansir situs web zamanwasal, Senin (15/7/2013):

Para aktivis lapangan Liga Suriah untuk Perlindungan HAM di daerah Qothfiyah, pedesaan Damaskus, meelaporkan bahwa Sabtu lalu (12/7/2013), mereka menyaksikan sejumlah pasukan rezim di Batalyon 3 menguburkan puluhan jasad di pekuburan masal, yang dikenal dengan kuburan Batalyon 3. Para saksi mata dari aktivis Liga Suriah untuk Perlindungan HAM melihat langsung, jasad-jasad tersebut diangkut dengan truk besar yang biasanya digunakan untuk mengangkut sayuran. Jasad-jasad itu dikubur bersamaan dengan penutupan jalan-jalan di sekitar daerah tersebut serta pengamanan ketat dari pasukan rezim.

Para aktivis HAM menjelaskan bahwa kuburan tersebut terletak di samping depot pengisian bahan bakar milik Batalyon 3. Pekuburan itu berisisi beberapa kuburan masal yang berisi ribuan jasad, yang dikubur selama beberapa waktu berturut-turut, sebagaimana penuturan warga. Para warga menyaksikan sejumlah buldoser militer berkali-kali menggali parit besar, sementara truk-truk berisi mayat yang ditutupi terpal  sering berdatangan ke pekuburan tersebut. Para warga tidak mengetahui dari daerah mana datangnya truk-truk tersebut.

Liga Suriah untuk Perlindungan HAM mengutuk keras kejahatan mengerikan yang dilakukan pasukan rezim secara sistematis terhadap rakyat Suriah ini. Liga Suriah untuk Perlindungan HAM juga mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap nasib ribuan tahanan warga Suriah yang berada di dalam penjara dan pusat-pusat interogasi pasukan rezim. Dunia internasional diharapkan untuk segera turun tangan, memperjelas nasib lebih dari 200 ribu tahanan warga Suriah di dalam penjara rezim. Mereka hidup dalam kondisi memprihatinkan, diluar batas kemanusiaan. Setiap harinya mereka menghadapi ancaman likuidasi fisik. Dan, puluhan dari mereka terbunuh di bawah penyiksaan di pusat-pusat penyidikan dan penyelidikan.

Dengan ini, Liga Suriah untuk Perlindungan HAM menyebutkan nama-nama pejabat militer rezim di Batalyon 3 di daerah Qathfiyah-Qalmun, yang harus bertanggung jawab pembantaian para tahanan dan tentara-tentara yang membelot. Mereka juga ikut terlibat dalam penggempuran, pembunuhan dan penjarahan. Mereka semua adalah penjahat kemanusiaan dan harus dituntut dan dimintai pertanggung jawabannya di depan pengadilan Internasional. Mereka adalah:

- Mayor Jenderal Rashid Salim Barakat (komandan batalyon).
- Mayor Mohammed Haitham ketinggian (wakil komandan batalyon).
- Brigadir Ahmed Hamouda (Kepala Staf  batalyon).
- Brigadir Jenderal Adnan Ismail (Wakil Kepala Staf batalyon), yang bertanggung jawab atas penyiksaan dan penangkapan sewenang-wenang serta likuidasi.
- Brigadir Sultan jihad (komandan brigade 65)
- Brigadir Ahmed Gomaa.
- Kolonel Nazih Sharabi.
- Kolonel Emad Ismail.
- Kolonel Munther Fatoom (Komandan Batalyon Penyelidikan).
- Kolonel Ahmed McKenna.

TTD:
Suriah Asosiasi untuk Pertahanan Hak Asasi Manusia
[kiblat/www.al-khilafah.org]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.