Header Ads

Panel PBB: Pasukan Suriah Membantai 256 Anak-Anak

Sebuah penyelidikan PBB menyimpulkan bahwa pasukan Suriah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dengan membunuh dan menyiksa ratusan anak-anak, termasuk seorang gadis 2 tahun yang dilaporkan ditembak mati sehingga dia tidak akan tumbuh menjadi seorang demonstran.



Hasil penyelidikan, dirilis pada Senin kemarin (28/11), menambah tekanan internasional yang memuncak terhadap Presiden Bashar Assad, sehari setelah Liga Arab menyetujui sanksi untuk mendorong rezim Suriah yang diperangi mengakhiri kekerasan di negara tersebut.

Laporan yang disampaikan oleh panel Dewan HAM PBB menemukan bahwa setidaknya 256 anak-anak dibunuh oleh pasukan pemerintah antara pertengahan Maret dan awal November, beberapa dari mereka disiksa sampai mati.

"Penyiksaan diterapkan sama untuk dewasa dan anak-anak," kata panel PBB yang dirilis di Jenewa. "Banyak kesaksian menunjukkan bahwa anak laki-laki mengalami penyiksaan seksual di tempat-tempat penahanan di depan laki-laki dewasa."

Laporan itu disusun oleh sebuah panel ahli independen yang tidak diizinkan masuk ke Suriah. Namun, komisi ini mewawancarai 223 korban dan saksi mata, termasuk para pembelot dari militer Suriah dan pasukan keamanan.

Panel itu mengatakan pasukan pemerintah diberi perintah "menembak untuk membunuh" dalam upaya untuk menghancurkan demonstrasi. Beberapa pasukan menembak tanpa pandang bulu demonstran tidak bersenjata, sementara penembak jitu menargetkan demonstran pada tubuh bagian atas atau kepala.

Laporan mengutip salah satu mantan tentara yang mengatakan ia memutuskan untuk membelot setelah menyaksikan seorang petugas menembak seorang gadis 2-tahun di Latakia, yang diklaim oleh petugas bahwa dia membunuh bocah 2 tahun tersebut agar dia tidak tumbuh menjadi seorang demonstran.

"Daftar kejahatan yang diduga dilakukan oleh pasukan Suriah termasuk pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan dan bentuk-bentuk lain kekerasan seksual," kata ketua panel, Paulo Sergio Pinheiro, profesor Brazil.

Setidaknya 3.500 orang telah tewas sejak Maret di Suriah, menurut laporan PBB. Kematian di Mesir, Tunisia dan Yaman berjumlah ratusan, sedangkan jumlah kematian di Libya tidak diketahui dengan pasti dan kemungkinan lebih tinggi.

Penyelidikan PBB adalah yang terbaru dalam gelombang menekan menyusul langkah-langkah internasional untuk mengakhiri tindakan keras Damaskus, dan datang pada saat sanksi disetujui oleh Liga Arab.

Para pejabat Suriah tidak berkomentar langsung pada temuan PBB. Namun, rezim bereaksi tajam atas sanksi Liga Arab.(fq/ap/eramuslim)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.