Dukung BBM Naik, Tifatul Lobi Kader PKS
Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menegaskan
mendukung kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak
(BBM).
"Saya sebagai Menkominfo dan sebagai sekretaris tim sosialisasi penyesuaian harga BBM, saya harus mendukung," kata Tifatul di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2013).
Bahkan, anggota majelis syuro PKS ini siap mensosialisasikan kenaikan BBM melalui media massa ke kader PKS dan masyarakat luas. "Saya kampanyekan kenaikan BBM bahkan, di TV, di radio dan di koran," ucapnya.
Tifatul juga mengatakan, dia akan membicarakan ke kader PKS dalam sebuah pertemuan alasan pemerintah menaikkan harga BBM. "Saya akan menjelaskan alasan, argumennya, mengapa pemerintah mengambil tindakan ini. Supaya teman-teman pada paham," tukasnya.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebelumnya menolak tegas rencana kenaikan harga BBM. Namun, sejumlah menteri asal PKS yang duduk di kabinet Indonesia Bersatu Jilid II justru mendukung rencana kenaikan tersebut. Hingga saat ini, PKS belum memberikan sikap resmi terkait rencana tersebut.[okezone/www.al-khilafah.org]
"Saya sebagai Menkominfo dan sebagai sekretaris tim sosialisasi penyesuaian harga BBM, saya harus mendukung," kata Tifatul di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2013).
Bahkan, anggota majelis syuro PKS ini siap mensosialisasikan kenaikan BBM melalui media massa ke kader PKS dan masyarakat luas. "Saya kampanyekan kenaikan BBM bahkan, di TV, di radio dan di koran," ucapnya.
Tifatul juga mengatakan, dia akan membicarakan ke kader PKS dalam sebuah pertemuan alasan pemerintah menaikkan harga BBM. "Saya akan menjelaskan alasan, argumennya, mengapa pemerintah mengambil tindakan ini. Supaya teman-teman pada paham," tukasnya.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebelumnya menolak tegas rencana kenaikan harga BBM. Namun, sejumlah menteri asal PKS yang duduk di kabinet Indonesia Bersatu Jilid II justru mendukung rencana kenaikan tersebut. Hingga saat ini, PKS belum memberikan sikap resmi terkait rencana tersebut.[okezone/www.al-khilafah.org]


Tidak ada komentar