Header Ads

China Mata-Matai Uighur Hingga ke Jerman

Tidak seperti kantor kedutaan China di Berlin yang kelihatan menonjol, konsulat jenderal di Munich bukanlah sebuah simbol kekuasaan. Kantor perwakilan China di ibukota wilayah Bavaria itu terletak di lingkungan kelas atas Neuhausen, dalam sebuah bangunan pojok jalan yang kurang menarik perhatian, dekat istana Nymphenburg.

Orang mungkin akan mengira konsulat itu memiliki petugas humas, mengurusi hal-hal yang menyenangkan seperti visa bisnis dan turis, perlombaan olimpiade, atau hubungan perdagangan Jerman-China.

Namun, bagi para penyelidik Jerman, bangunan itu diyakini hanyalah sebuah fasad dari intelijen China yang menjalankan sebuah jaringan mata-mata.

Selasa pagi, para petugas dari Kantor Kepolisian Kriminal Federal Jerman dan kepolisian Bavaria, menggeledah rumah-rumah empat orang berkebangsaan China yang berada di wilayah Munich. Demikian menurut laporan media online Spiegel (24/11).

Keempat orang itu dicurigai sebagai agen intelijen yang ditugaskan oleh pemerintah China untuk memata-matai salah satu komunitas ekpatriat terbesar di Munich, yaitu Uighur, komunitas minoritas Muslim yang menjadi bulan-bulanan pemerintah China.

Beberapa ratus orang Uighur hidup dalam pengasingan di Munich, dan kebanyakan di antara mereka aktif di bidang politik. Munich adalah salah satu komunitas pengasingan terbesar di dunia bagi Uighur. World Uighur Congress juga berbasis di sana.

Pemerintah China sangat tertarik dengan semua yang dipikirkan, dibicarakan atau direncanakan oleh orang-orang Uighur. Bagi pemerintah China, Uighur adalah salah satu dari "lima racun", yang oleh karenanya harus dimusnahkan.

Kantor jaksa federal menemukan bahwa pemerintah China telah merekrut sejumlah informan guna memata-matai komunitas Uighur di Munich.

Para penyelidik yakin, sekelompok agen yang dicurigai itu dikendalikan dari kantor konsulat China di Munich, oleh seorang konsul yang telah melakukan pertemuan-pertemuan rahasia dengan agen-agen tersebut.

Konsul itu sendiri memiliki kekebalan diplomatik sehingga tidak dapat dituntut di Jerman. Namun, penyelidik bisa memburu keempat orang yang dicurigai sebagai mata-matanya.

Penyelidikan itu tentu menambahkan ketegangan antara pemerintah Jerman dan China yang sudah ada sebelumnya. Sebab kegiatan mata-mata berkoordinasi dengan Beijing, dengan konsul yang memberikan laporan langsung ke negaranya. Pemerintah China dengan cermat mengikuti setiap tindakan yang dilakukan oleh Jerman.

Tindakan aparat keamanan Jerman yang tegas seperti itu sebenarnya baru kali ini dilakukan. Tahun lalu kejaksaan federal memberlakukan kebijakan, di mana semua bukti terkait gerakan mata-mata China dikumpulkan, tapi tidak pernah ada tindakan yang diambil. Hingga Selasa kemarin untuk pertama kalinya, polisi Jerman berusaha mencari tersangka mata-mata dengan menggeledah rumah-rumah.

Petugas Jerman selama ini menahan diri dengan hanya mengamati gerak-gerik pemerintah China dan ketertarikan luar biasa yang ditunjukkan oleh petugas-petugas di konsulat China atas komunitas Uighur di Munich.

Dua tahun lalu, diplomat Ji Wumin yang juga tingga di Munich, harus angkat kaki setelah para penyelidik Jerman mengamati dirinya mengadakan pertemuan puluhan kali dengan mata-mata yang memberi informasi tentang komunitas Uighur. Ji meninggalkan China sebelum ia diusir secara resmi.

Kasus Ji menyisakan ketegangan dalam hubungan diplomatik antara Jerman dan China. Beijing ingin mengirim Ji kembali ke Munich, tapi Berlin khawatir ia akan mengulangi kegiatan mata-matanya.

Penggeledahan hari Selasa kemarin, membuat kembalinya Ji ke Munich seakan tidak mungkin. Konsul China yang sekarang berada dalam penyelidikan Jerman adalah pengganti Ji yang resmi. [di/spg/hdyt]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.